Bisnis MLM atau yang sering dikenal dengan istilah Bisnis Multi Level Marketing merupakan sebuah strategi tekhnik marketing pemasaran yang diterapkan oleh sebuah perusahaan bisnis MLM dalam memperkenalkan dan menjual produknya kepada masyarakat. Di dalam bisnis MLM seorang sales atau penjual tidak hanya memperoleh keuntungan atau bonus atas produk yang mereka jual saja, namun dalam schema bisnis MLM mereka juga akan mendapatkan bonus, hadiah, reward atau keuntungan dari hasil penjualan yang dilakukan oleh penjual atau sales lainnya.

Di dalam bisnis MLM berlaku istilah Upline dan Downline. Tenaga penjual/sales yang kita rekrut disebut dengan Downline. Ada pun posisi kita yang membawahi para downline-downline di bisnis MLM ini biasa dikenal dengan istilah Upline. Ringkasnya, Upline adalah tenaga penjualan yang memiliki bawahan yang disebut Downline.

Tugas para downline di dalam system bisnis MLM adalah merekrut dan membina downline-downline baru untuk memperluas jaringan bisnis MLM yang mereka jalani serta melakukan penjualan produk. Downline akan menjadi Upline jika sudah memiliki downline-downline baru dibawahnya. Adapun istilah-istilah yang digunakan untuk penyebutan bisnis MLM ini adalah bisnis jaringan, bisnis berjenjang, bisnis piramida, bisnis pemasaran berantai.

Keunikan dalam bisnis MLM, semakin banyak kita merekrut calon member menjadi downline kita, maka semakin banyak pula penghasilan yang akan kita dapatkan. Penghasilan-penghasilan yang akan kita peroleh dari bisnis MLM itu diantaranya komisi merekrut member baru, komisi hasil penjualan produk bisnis MLM, serta komisi-komisi dari hasil perekrutan dan penjualan produk bisnis MLM yang dilakukan oleh para downline-downline kita.

Bisnis MLM

Misalnya A merekrut B, dan B merekrut C, dan C juga merekrut D, maka A akan mendapatkan komisi atau bonus atas kerjanya sendiri dan kerja si B, si C, dan si D begitu seterusnya. Dan A juga akan mendapatkan bagian komisi atau bonus atas hasil penjualan dari si D, si C maupun si B.

Sebenarnya Bisnis MLM diperkirakan sudah ada sejak tahun 80-an, namun di Indonesia bisnis MLM ini baru mulai berkembang dan semakin diminati oleh masyarakat sekitar tahun 2000-an. Dan hingga saat ini sudah banyak bisnis MLM yang bermunculan silih berganti. Hilang satu, muncul lagi bisnis MLM yang baru. Bahkan sudah banyak bisnis MLM yang bangkrut, namun masih banyak juga masyarakat yang meminati bisnis MLM ini. Dengan berbagai macam produk yang ditawarkan, bisnis MLM ini memberikan warna tersendiri di masyarakat. Adapun produk bisnis MLM yang paling santer belakangan ini biasanya menjual produk seperti nutrisi, vitamin, obat-obatan, herbal, produk kecantikan, pulsa, dll.

Dalam perjalanannya Bisnis MLM sering mendapatkan kritik dari berbagai pihak terutama perihal harga produk bisnis MLM yang terlalu tinggi, biaya pendaftaran member bisnis MLM yang sangat besar, lebih mengutamakan perekrutan member baru daripada penjualan produk, memaksa member baru untuk rutin setiap hari, setiap bulan atau setiap waktu periode tertentu wajib membeli dan mengkonsumsi produk bisnis MLM mereka, dan metode system perekrutan yang memperdayai calon membernya yang cuma menjelaskan keuntungannnya saja tanpa mengungkapkan resiko-resiko besar bergabung di bisnis MLM.

Biasanya Bisnis MLM juga terlalu fokus pada mengumbar janji-janji berbagai macam bonus, komisi dalam jumlah yang besar atau kekayaan penghasilan dalam waktu yang singkat. Padahal kenyataannya untuk mencapai itu semua di dalam bisnis MLM tidak semudah apa yang dijanjikan diawal. Diperlukan waktu dan ekstra kesabaran serta kerja keras untuk mencapai hasil itu semua dalam menjalankan bisnis MLM ini.